Senin, 23 Juni 2014

Fakta - Fakta Ramadhan Di berbagai negara


1. Indonesia

1. Masjid-masjid hanya penuh di awal hingga pertengahan Ramadhan ( Banyak yang mudik haha)

2. Mudik menjadi budaya di akhir Ramadhan ( Walaupun macet tapi di situ sensasinya)

3. Tiket Kereta Api ludes 90 hari sebelum lebaran (Sangat rajin)

4. Semangat ngaji dan tarawih ( Paling juga cari muka biar dapet thr dari bokap)

5. Siaran TV dan para artis menjadi sangat Islami ( Padahal bulan biasa engga kaya gitu)

6. Harga Sembako naik tinggi setiap akhir Ramadhan ( Udah paham bener ini mah ibu gue)

7. Meski dilarang, petasan menjadi suara khas di bulan Ramadhan ( Engga ada petasan engga asik)

8. Kolak dan es buah menu favorit buka puasa

9. Abis sholat tarawih waktunya perang sarung

10. Lebih banyak tidur di banding bulan biasa

11. Selalu liat jam kapan ya bukanya?

12. Sekali nya batal, bakalan terulang sekian kalinya

13. Ketupat menjadi makanan khas lebaran sama opor ayam

14. bunyi petasan itu lumrah wkwkk

15. Banyak tukang jualan buat buka puasa

16. Siaran yang paling di tunggu Adzan Maghrib







2. Amerika Serikat:

1. Puasa tahun ini sampe 15 jam

2. Ramadhan tepat di puncak Summer

3. Tidak terdengar suara adzan, tidak ada kentungan atau imsak

4. Buka puasa dengan hotdog atau burger

5. Suasananya seperti bulan biasa

6. Masjid Nurul Mustafa, di pinggir kota Johnston County, North Carolina, selalu marak saat ramadhan dengan lampu-lampu hias



Perayaan Lebaran di Amerika Serikat tidak semeriah dan sehangat daerah-daerah lain di dunia. Karena di sana Idul Fitri tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Bahkan terkadang muslim di sana tidak sadar besok akan masuk waktu Idul Fitri sebelum malam berganti. Seringkali waktu lebaran berbeda antara wilayah pesisir bagian Barat dan Pesisir Timur, ini karena tanda masuk bulan Syawal yang ditentukan oleh posisi bulan.
Warga Muslim di Amerika mengetahui waktu jatuh lebaran melalui Email, Telepon atau melalui Pengumuman Website yang dikirim oleh Komunitas Muslim setempat.
Kebiasaan yang dilakukan Muslim Amerika adalah bangun pagi, sarapan lalu berangkat ke Masjid, Ballroom Hotel atau Lapangan untuk melakukan salat Ied. Pakaian yang dikenakan sangat beragam tergantung asal negara pemakainya karena mayoritas muslim di sana adalah imigran. Seusai salat, mereka saling mengucapkan ”Happy Eid” atau ”Eid Mubarak” antarjamaah. Lalu mereka akan saling berkunjung dan bersilahturahmi terhadap kerabat dan kenalan dekat.



3. Arab Saudi:

1. Jumlah jemaah yang berada di Masjidil Haram dan kawasannya, lebih banyak saat Ramadhan ketimbang waktu musim haji. Karena saat haji, jemaah tidak berkumpul hanya di Makkah (Masjidil Haram). Berbeda dengan bulan puasa, mayoritas jemaah berada di Masjidil Haram.

2. Saat waktu buka puasa lebih dari 12.000 meter taplak meja dibentangkan setiap hari di areal Masjid. Petugas menyediakan makanan berbuka di Masjidil Haram, Kerajaan Saudi dan para dermawan mengeluarkan dana setiap hari mencapai sekitar setengah juta riyal Arab Saudi (sekitar 134.000 dolar AS) atau setara Rp 1,2 miliar.

3. Jumlah kurma yang dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram diperkirakan berjumlah lebih dari 5 juta buah. Artinya, dengan 1,2 juta orang Muslim yang mengerjakan shalat di Masjidil Haram, jumlah itu berarti sama dengan tiga kurma untuk setiap orang.

4. Penduduk asli berebutan mengajak WNA untuk berbuka puasa ( sama kaya gue sering di perebutkan haha )

5. Tarawih satu malam satu juz, sehingga selama Bulan Ramadhan khatam Al-Qur’an ( Patut di contoh)

6. Pahala umrah, puasa, ibadah lainnya di Masjidil Haram semakin berlipat

7. Setelah sholat Tarawih di Masjidil Haram, malamnya ada shalat Qiyamul Lail berjemaah

8. Harga-harga hotel melambung tinggi, tentunya berbeda dengan di Indonesia yang mengadakan promo saat bulan puasa.

9. Pengemis marak disepanjang jalur menuju Masjid

10. Ta’jil dengan kurma, gahwah (kopi khas Arab) dan air Zam-Zam
.
11. Harga-harga makanan dan bahan pokok kebutuhan rumahtangga stabil, bahkan tidak jarang memberikan diskon-diskon besar

12. Pertokoan dan dunia kerja lainnya, umumnya dimulai menjelang buka hingga waktu sahur.




5. Turki:

1. Hidangan buka puasa di Turki menjadi sesuatu yang sangat menarik, karena hampir semua restoran yang ada menawarkan menu khusus yang sama.

2. Menu yang sering dihidangkan saat berbuka puasa adalah ‘Iftariye’ atau appetizer Plater. Terdiri dari kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide dan juga berbagai kue-kue yang disebut “borek”.

3. Menu yang biasa disantap saat sahur adalah Makarna (makaroni) atau pilav (nasi Turki) dan yang spesial adalah Hosaf (komposto), semacam manisan buah-buahan.

4. Semarak Ramadhan di Turki mirip dengan di Indonesia, karena mayoritas penduduk Turki adalah muslim, maka hampir di setiap jalan dan masjid-masjid di Turki terang dengan lampu-lampu khas Ramadhan di Timur Tengah.

5. Di area Blue Mosque menjadi tempat favorit untuk menunggu waktu berbuka puasa

6. Buka puasa gratis di tenda iftar Blue Mosque

7. Setiap Kadir Night “Malam Lailatul Kadar” di masjid-masjid besar selalu di perlihatkan janggut Rasulullah SAW.

8. Televisi-televisi di Turki menayangkan aneka acara untuk menemani masyarakat santap sahur.

9. Masyarakat Turki lebih memilih minum teh saat berbuka maupun sahur.

10. Hiburan malam masih beroperasi




6. Inggris:

1. Mahasiswa muslim di University of Glasgow dapat menikmati buka puasa nasi kari ala Pakistan dan kurma di Masjid dan Islamic Center Kampus.

2. Organisasi-organisasi muslim di Inggris kerap mengadakan acara diskusi keislaman setiap Ramadhan tiba di setiap masjid.





7. Jepang:

1. Dorayaki jadi menu khas berbuka puasa

2. Masjid Jami Yoyogi, salahsatu masjid di sebelah Selatan Tokyo menjadi tempat menarik menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit).

3. Setiap Ramadhan selalu ada agenda KMII (Komunitas Muslim Islam Indonesia) yang dihadiri bukan hanya WNI, tetapi muslim pribumi juga muslim dari negara lainnya. Acara rutin per-minggu itu selalu diadakan di masjid sambil buka bersama.

4. Sedikit sulit mencari masjid untuk shalat tarawih





8. Palestina:
1. Lentera dan lampu-lampu menyala di sudut-sudut lorong di kota Gaza

2. Tahun ini, sebagian rakyat gaza mengatakan bulan puasa akan berlangsung sulit. Selain cuaca sangat panas, di Gaza sering terjadi pemadaman listrik. Itu akibat bahan bakar yang minim di wilayahnya.

3. Suhu sangat tinggi, tidak ada kipas angin, tidak ada pendingin ruangan, dan tidak bisa menyimpan makanan di kulkas, karena tidak ada listrik.

4. Tahun ini warga Gaza kembali menikmati produk kemasan, seperti minuman kaleng, jus, selai dan manisan. Sebelumnya produk-produk itu tidak bisa masuk Gaza, karena diblokade tentara Israel.

5. Di kota tua Yerusalem, warga memadati gerbang Damaskus, pintu masuk ke pusat muslim. Mereka belanja beragam makanan yang menjadi santapan khas berbuka puasa

6. Di Masjid Al-Aqso umat Islam penuh dan padat sepanjang hari selama bulan Puasa.



*Suasana penghuni penjara yang dikelola oleh kelompok Hamas, di jalur Gaza, Palestina*
Sumber : Kaskus.co.id